Diberdayakan oleh Blogger.

Lagu bertemakan cinta terhadap tuhan, orang tua, dan cinta antara pria & wanita

ST 12 Kebesaranmu

Kau tempatku mengadu hati
memberi segala hidup
dunia dan seisinya milik-Mu
mencintai-Mu sejati
ku manusia yang penuh dosa
berharap ampunan-Mu
lihat di langit kesempurnaan hati-Mu
Kau cinta pertama dalam hidup
reff:
Allahu Akbar Maha Besar
memuja-Mu begitu indah
selalu Kau berikan semua
kebesaran-Mu Tuhan


makna lagu :

seorang manusia yang mengakui kesalahan atas dosanya sehingga dia sadar akan kesalahannya dan mengakui bahwa allah itu maha besar


 Sheila On 7 Just For My Mom

Sometimes I feel my heart so lonely but it’s ok
No matter how my girl just left me and I don’t care
Whenever the rain comes down and it’s seems there’s none to hold me
She’s there for me, she’s my mom

Reff:
Just for my mom, I write this song
Just for my mom, I sing this song
Just for my mom, can wipe my tears
Just for my mom, can only here
Trap in a subway, can’t remember the day but I feel ok
Damped in damn situation, in every condition with no conclusion
Whenever the rain comes down and it’s seems there’s none to hold me
She’s there for me, she’s my mom

You may say I have none to cover me under the sun
She’s there for me, she’s my mom

Makna Lagu :
Menceritakkan tentang seorang anak yang mencintai orang tuanya,maksud dari lagu diatas adalah anak tersebut setiap ada masalah yang selalu ada didekatnya hanyalah orang tuanya maka dari itu dia sangat menyayangi dan mencintai orang tuanya






Club Eighties Dari Hati

andai engkau tahu
bila menjadi aku
sejuta rasa di hati
lama tlah ku pendam
tapi akan kucoba mengatakan


reff:
ku ingin kau menjadi milikku
entah bagaimana caranya
lihatlah mataku untuk memintamu
ku ingin jalani bersamamu
coba dengan sepenuh hati
kuingin jujur apa adanya dari hati
kini yg kau tahu
aku menginginkanmu tapi takkan ku paksakan
dan ku pastikan
kau belahan hati bila milikku


menarilah bersamaku dengan bintang-bintang
sambutlah diriku untuk memelukmu

makna lagu : seorang pria yang mencintai seorang wanita tetapi wanita tersebut tidak tau perasaannya yang sebenarnya,pria tersebut sudah lama menyimpan perasaan kepada wanita itu dan suatu saat akan mencoba mengatakan dengan sepenuh hati dan jujur apa adanya dari hati

Read  Comments


sikap menjaga / melestarikan / mempertahankan kebudayaan indonesia

Indonesia sangat kaya dengan aneka macam kebudayaan daerah, dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari bahasa, pakaian adat, budaya dan tradisi, budaya tari-tarian, aneka seni rupa, dan lain sebagainya. Semua itu terkombinasi menjadi bagian yang sangat unik dari kebudayaan nasional itu sendiri.
Demikian juga batik. Siapa bilang budaya batik hanya identik dengan unsur Jawa? Budaya batik adalah bagian dari kebudayaan daerah di masing-masing daerah. Batik ada di setiap provinsi di Indonesia. Pendek kata, budaya batik adalah bagian dari budaya daerah yang kemudian dapat merepresentasikan kebudayaan nasional bangsa Indonesia.
Melestarikan Kebudayaan Daerah
Indonesia dengan letak geografis sebagai negara kepulauan memiliki aneka ragam adat dan budaya daerah yang tersebar merata di seluruh tanah air. Bentuk geografis kepulauan ini di satu sisi juga perlu diwaspadai oleh para generasi muda akan pelestarian aneka ragam budayanya.
Bukan hal baru lagi bahwa telah sangat banyak budaya-budaya yang kita miliki perlahan-lahan diakui secara sepihak oleh negara tetangga.
Dan kita sebagai rakyat Indonesia yang terkenal dengan sikap ramah tamah dan sopan santun, ternyata hanya bisa mengelus dada. Lagi-lagi kita tak dapat berkutik. Bahkan ketika pulau kita akhirnya jatuh ke negara tetangga, kita pun tak dapat berbuat banyak.
Ada beberapa hal konkrit yang dapat kita lakukan untuk mengantisipasi pencurian kebudayaan daerah Indonesia oleh negara tetangga, diantaranya:
1. Mengenali dan bangga akan budaya daerah
Penyakit masyarakat kita terkadang tidak bangga dengan produk dan budaya sendiri. Kita lebih bangga dengan budaya-budaya impor yang sebenarnya tidak sesuai dengan budaya kita sebagai orang Timur. Anak-anak kita bahkan terkadang tidak lagi mengenal aneka ragam budayanya.
Budaya daerah banyak yang hilang dikikis zaman oleh sebab kita sendiri yang tidak mau mempelajari dan melestarikannya. Alhasil kita baru bersuara ketika negara lain sukses dan terkenal dengan budaya yang mereka curi secara diam-diam dari kita.
Sebagai contoh; Anak-anak kecil zaman sekarang saat ditanya soal mainan, tentu mereka lebih memilih dunia playstation ketimbang mainan tradisional.
2. Kebijakan pemerintah
Bagaimanapun pemerintah memiliki peran yang cukup strategis dalam upaya pelestarian kebudayaan daerah di tanah air. Pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian kebudayaan nasional.
Salah satu kebijakan pemerintah yang pantas didukung adalah penampilan kebudayaan-kebudayaan daerah di setiap even-even akbar nasional. Misalnya tari-tarian, lagu daerah, dan sebagainya.
Semua itu harus dilakukan sebagai upaya pengenalan kepada generasi muda, bahwa budaya yang ditampilkan itu adalah warisan dari leluhurnya. Bukan berasal dari negara tetangga.
Demikian juga upaya-upaya melalui jalur formal pendidikan. Masyarakat harus memahami dan mengetahui berbagai kebudayaan daerah yang kita miliki. Pemerintah juga dapat lebih memusatkan perhatian pada pendidikan muatan lokal kebudayaan daerah.

Read  Comments


tipe kepribadian manusia menurut claudius gallenus

Kepribadian manusia selalu menjadi tema yang menarik untuk dicari tahu, apalagi kepribadian kita sendiri. Rasa ingin tahu tersebutlah yang lantas membuat banyak orang pergi ke psikolog untuk menjalani tes-tes kepribadian. Semua ini dilakukan demi mengetahui “seperti apa sesungguhnya diri kita ini?”

Sembilan Tipe Kepribadian Manusia

Kesembilan tipe kepribadian tersebut adalah :

Tipe 1 perfeksionis

Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.
Tipe 2 penolong

Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan.

Tipe 3 pengejar prestasi

Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.
Tipe 4 romantis

Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja.

Tipe 5 pengamat

Orang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban.

Tipe 6 pencemas

Orang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.

Tipe 7 petualang

Tipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia, dan terhindar dari derita dan dukacita.

Tipe 8 pejuang
Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat menganPara pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.dalkan diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.

Tipe 9 pendamai

Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.

cara sederhana memahami keempat watak dasar manusia itu :
KOLERIS
Kalau menyelesaikan suatu pekerjaan maka seorang Koleris akan menyelesaikannya dengan caranya sendiri (My Way). Dia sungguh kreatif, bahkan kalau ada manual sekalipun maka dia tidak suka menuruti manual tersebut. Pokoknya si koleris akan berusaha menyelesaikan pekerjaan itu sampai tuntas. Syaratnya harus dengan cara yang diyakini olehnya benar bukan dengan cara orang lain. Hambatan apapun akan diterjangnya guna mencapai tujuan. Koleris ini juga senang mengatur orang lain akan tetapi dia sendiri tidak suka kalau dipaksa-paksa untuk melakukan sesuatu.
SANGUINIS
Bagaimana seorang Sanguin harus menyelesaikan pekerjaannya ? Ini susahnya. Orang Sanguin ini orangnya gampangan. Cara dia menyelesaikan pekerjaannya adalah dengan cara yang dianggapnya paling menyenangkan (Fun Away). Bagi dia kalau pekerjaan itu menyenangkan baginya maka dia bisa-bisa tidak ingat waktu. Sayangnya, sang Sanguin ini terkesan bertele-tele karena ingin selalu mencari celah-celah pekerjaan yang bagi dia bisa menimbulkan kegembiraan. Si Sanguin ini juga suka menunda-nunda pekerjaan bahkan kerap melupakan apa yang sudah dikerjakannya. Dia bekerja tanpa rencana dan cenderung menganggap remeh apapun yang dilakukannya. Sikapnya cenderung seenaknya. Kalau ada keramaian maka orang Sanguin selalu tampil paling menonjol, entah dari segi pakaiannya, teriakannya yang menarik perhatian orang atau tingkah lakunya yang nyentrik. Si sanguin ini bisa diibaratkan seorang anak yang terkurung dalam tubuh orang dewasa. Awet muda dan senang bermain-main.
MELANKOLIS
Nah ini dia tipe pekerja teratur. Senangnya rapi dan sistematis. Dalam menyelesaikan pekerjaan maka seorang yang berwatak melankolis akan memilih cara terbaik (best way), bagaimanapun caranya. Kalau ada manualnya maka dia akan mengikuti manual itu 100 % benar. Dia bekerja sangat tekun dan serius, dan selalu menuntut hal yang sama terhadap anak buah atau rekan-rekannya. Kalau ada yang melenceng sedikit dari kemauannya maka dia akan murung dan muram sepanjang hari. Orang Melankolis ini cepat sekali tersentuh perasaannya. Hidupnya teratur dan kalau berpakaian selalu selalu rapi dan charming.
PLEGMATIS
Nah ini dia manusia yang paling menyenangkan bagi semua orang. Orang plegmatis ini nyaris tidak pernah marah. Senyumnya tulus. Hanya saja seperti orang yang tidak punya ambisi. Orangnya damai, dan tidak suka bertengkar. Dia juga pemalu dan cenderung tidak ingin menonjol di keramaian. Seorang plegmatis akan menerima pendapat orang lain apapun itu, meski belum tentu dia mengerjakannya. Kalau melakukan pekerjaan maka orang plegmatis akan melakukannya dengan cara yang paling mudah (easy way). Kadang-kadang dengan menempuh jalan pintas.

http://id.shvoong.com/books/dictionary/1840309-mengenal-sembilan-tipe-kepribadian-manusia/

Read  Comments


Kehidupan Kota dan Desa

KEHIDUPAN KOTA DAN DESA

Kita hidup dalam masa dimana kota berada dalam posisi negatif. Pandangan masyarakat tentang kota yang penuh dengan kejahatan, manusia egois, polusi, hiruk pikuk, masyarakat miskin, kotor, rasisme, egoisme, penipuan, macet, dan lain sebagainya. Meskipun banyak pula yang menyukai kemajuan teknologinya, gaya,kesempatan bekerja, modernisasi, tetapi hal-hal menyenangkan ini masih kurang kuat dalam merubah paradigma masyarakat bahwa kota adalah “tempat yang bagus
untuk dikunjungi tetapi tidak untuk ditinggali”.
Sangat sulit untuk mendefinisikan kota dan desa.
1. tidak ada definisi universal tentang desa dan kota. seseorang tidak dapat mengatakan dimana awal dan akhir dari suatu desa atau kota. jika sebuah gedung apartemen dibangun 200 kliometer dari jakarta berposisi di kawasan alami hal itu tidak dapat dikatakan sebagai kota. jika atmosfir dari pedesaan diciptakan di tengah-tengah kota, kota tidak akan menjadi sebuah desa. Batasan dari desa dan kota pun berbeda di setiap negara.
2. ada perbedaan derajad dari desa dan kota. sebenarnya perbedaan desa dan kota hanya dari satu hal saja dan satu hal ini kadang pula membuat bingung. Setiap desa mempunyai beberapa eleman kota dan begitu pula sebaliknya.
3. alam lingkungan antara desa dan kota berbeda, tetapi ada beberapa kota juga mempunyai alam lingkungan yang berbeda pula. Kalau desa adalah alami, ada beberapa kota juga alami. Lalu bagaimana membandingkan kota dan desa?
keduanya, kota dan desa selalu dalam masa berubah. Kesulitan utama dalam
membandingkan desa dan kota bahwa dalam kenyataannya keda hal itu dalam masa perubahan. Satu dan yang lain saling mempengaruhi. Industrialisasi merubah desa, dan akan terus merubahnya. Terus sampai berapa lama atau sampai batasan apa desa yang berkembang itu dapat dikatakan kota?
Perbedaan Antara Kehidupan (Sosial) Kota Dan Desa
Meskipun terdapat kesulitan definisi tersebut, para sosiolog telah mencoba memperlihatkan perbedaan mendasar antara kehidupan sosial desa dan kota. beberapa diantaranya adalah:
1.perbedaan dalam organisasi sosial. Kemungkinan perbedaan ini adalah
perbedaan yang terbesar. Perbedaan ini diperlihatkan pada:
a. a. keluarga. Di desa ikatan keluarga relatif lebih kuat daripada ikatan keluarga di kota dimana kepentingan individual lebih ditekankan ketimbang kepentingan keluarga. Di desa, ikatan antar keluarga pun lebih besar dan lebih erat daripada di kota. di desa, keakraban dankontrol keluarga lebih tinggi daripada di kota. di kota fungsi keluarga semakin lama semakin menurun daripada di desa.
b. Perkawinan. Di kota ikatan perkawinan karena “cinta” lebih tinggi
daripada di desa. Di kota terdapat angka perceraian yang lebih tinggi.
Di kota terdapat kebebasan yang lebih untuk mempilih pasangan.
c. Keadaan wanita. secara umum keadaan wanita di desa dianggap
lebih rendah daripada laki-laki.
d.  d. Daerah sekitar. Di desa keadaan lingkungan (tetangga) memberi pengaruh yang besar daripada di kota. di kota kadang orang tidak mengenal tetangganya.
e.  e. Rasa ke”kami”an. Rasa kebersamaan di desa terasa lebih tinggi daripada di kota. pengaruh komunitas pada individual di desa lebih tinggi daripada di kota.
f. f. Perbedaan kelas. Perbedaan kelas di kota lebih ditekankan daripada di desa. Dengan demikian terjadi lebih banyak konflik di kota. perbedaan kelas ini lebih khusus pada perbedaan kelas karena ekonomi.
2.perbedaan pada batasan sosial. Kontrol sosial di desa dan di kota yang
berbeda antara kota dan desa bahwa di desa etika bersama dan adat istiadat mengkontrol perilaku, sedangkan komunitas di kota tidak melakukan kontrol yang sejauh itu.
 
3.perbedaan dalam hubungan sosial.
a.   a. Hubungan sosial di desa lebih erat dan personal daripada di kota. Gist dan Halbert mengatakan bahwa kota menganjurkan hubungan impersonal daripada hubungan personal.
b. b. Di desa hubungan antar individu biasanya pula berhubungan dengan kelompoknya, keluarganya dan hubungan dekatnya yang lain. Di kota hubungan ini lebih cenderung berhenti pada kelompok sekundernya saja.
 
4.perbedaan dalam interaksi sosial.
a.    a. Kegiatasn interaksi sosial di desa dalam jumlah lebih sedikit daripada di kota. meskipun demikian interaksi di desa terjadi lebih personal daripada di kota.
b. b. Di kota terdapat perbedaan divisi pekerja dan spesialisasi lain, sehingga kerjasama antar divisi itu lebih besar daripada di desa. Sedangkan di desa setiap individu tidak secara khusus masuk dalam suatu spesialisasi tertentu.
c. Dunia kompetisi di kota lebih sengit daripada di desa.
d. Konflik yang terjadi di desa biasanya terjadi secara langsung
sedangkan di kota terjadi tidak secara langsung.
e. Jika dibandingkan dengan desa, terdapat unsur toleransi yang lebih
tinggi di kota daripada di desa.
f. f. Proses asimilasi (penerimaan budaya) di desa terjadi secara lebih lamban daripada di kota. di kota orang dengan berbagai budaya hidup berdampingan dan proses asimilasi terjadi lebih cepat.
 
5.perbedaan dalam sudutpandang sosial.
a. “budaya di desa lebih cenderung konservatif”.
b. Di kota, lebih banyak manusia tertarik dan bekerja di bidang politik
daripada di desa.
c. c. Di desa, pengaruh lebih terikat dalam agama dan budaya daripada di kota. agama masyarakat desa lebih karena keyakinan, sedangkan agama masyarakat kota lebih kepada alasan.
e.
6.perbedaan dalam mobilitas dan stabilitas sosial. Mobilitas sosial kota
terjadi lebih cepat dan aktif daripada di desa. Sedangkan stabilitas sosial di
desa lebih tinggi daripada di kota.
7.perbedaan dalam kehidupan ekonomi.
a. Di desa pekerjaan utama adalah bertani dan berternak sedangkan di
kota penghasilan utama adalah industri.
b.   b. Standar hidup masyarakat desa lebih rendah daripada standar hidup masyarakat kota. selain menghasilkan lebih banyak uang, masyarakat kota lebih konsumtif daripada masyarakat desa.“kehidupan didesa, menganjurkan menghematlah! Kehidupan kota menganjurkan membelilah!”
 
8.perbedaan dalam kehidupn budaya.
a. budaya lebih statis di desa daripada di kota.
b. di desa basis budaya lebih kepada kemurnian dan keturunan, di kota
lebih kepada basis yang kedua.
c. Tradisi ditempatkan dalam posisi penting dalam kehidupan desa,
sedangkan kota tidak terlalu terikat kepadanya
 
d. Masyarakat desa lebih fatalistis karena kehidupan desa lebih dipengaruhi kekuatan alam. Sedangkan masyarakat kota didasarkan akan pengetahuan ilmiah dan teknik dalam mengatasi kekuatan alam.

 

Read  Comments


PENDIDIKAN TINGKAT TINGGI

Pendidikan tinggi, juga disebut tersier, tahap ketiga, atau pasca pendidikan menengah, adalah tingkat pendidikan non-wajib yang mengikuti penyelesaian sekolah menyediakan pendidikan sekunder, seperti sekolah tinggi, sekolah menengah. Pendidikan tersier biasanya diambil untuk memasukkan pendidikan sarjana dan pascasarjana, serta pendidikan kejuruan dan pelatihan. Perguruan tinggi dan universitas adalah lembaga utama yang menyediakan pendidikan tersier. Secara kolektif, ini kadang-kadang dikenal sebagai lembaga tersier. Pendidikan tersier umumnya menghasilkan penerimaan sertifikat, diploma, atau gelar akademik.

Pendidikan tinggi meliputi pengajaran, penelitian dan pelayanan sosial kegiatan universitas, dan dalam bidang pengajaran, meliputi baik tingkat sarjana (kadang-kadang disebut sebagai pendidikan tersier) dan sarjana (atau pasca sarjana) tingkat (kadang-kadang disebut sebagai sekolah sarjana) . Pendidikan tinggi umumnya melibatkan kerja menuju tingkat-tingkat atau kualifikasi yayasan derajat. Di sebagian besar negara maju proporsi penduduk yang tinggi (hingga 50%) sekarang masuk pendidikan tinggi pada suatu saat dalam kehidupan mereka. Pendidikan tinggi Oleh karena itu sangat penting untuk perekonomian nasional, baik sebagai industri yang signifikan dalam dirinya sendiri, dan sebagai sumber tenaga terlatih dan dididik untuk sisa perekonomian.

Pendidikan Tinggi merujuk kepada tingkat pendidikan yang diberikan di akademi, universitas, kolese, seminari, institut teknologi dan perguruan tinggi tertentu lainnya tingkat lembaga, seperti sekolah kejuruan, sekolah perdagangan, dan perguruan tinggi karir, derajat penghargaan yang akademis atau profesional sertifikasi .

Read  Comments


MASALAH-MASALH PEMUDA & POTENSI PEMUDA

Setelah menyelesaikan studi tentang pemuda, para peneliti dari Yale menyimpulkan, "Usia dua puluhan dan tiga puluhan tahun kemungkinan adalah masa yang paling banyak dan penuh dengan tekanan dalam siklus kehidupan. Seorang pemuda (atau pemudi) harus menghadapi berbagai penyesuaian dan pengembangan yang sulit, masa ini merupakan masa yang tidak bisa dipermudah atau diperlancar. Akan tetapi, masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi tekanan yang banyak itu, dan memfasilitasi pekerjaan pada tugas pengembangan." (Levinson et al., Seasons of a Man´s Life, hal. 337). Sebagai langkah awal, para peneliti menyarankan bahwa akan sangat menolong para pemuda jika mereka didampingi dalam mendapatkan pekerjaan dan tinggal di lingkungan dimana kepribadian dan perkembangan karier mereka dapat terstimulasi dan bukannya terhalang.

ada lima cara untuk mencegahnya, yaitu:
  1. Pendidikan dan dorongan.
    Terkadang, para pemuda dikejutkan dan diliputi oleh tekanan dari kelompok mereka. Orientasi masa kuliah seringkali memberikan peringatan dan saran praktis dalam menghadapi masalah bagi mahasiswa yang baru masuk, akan tetapi proses ini dapat dikembangkan. Sekolah Minggu, kelompok diskusi gereja, kelompok ibu-ibu muda dan eksekutif junior, kelompok Pemahaman Alkitab (PA) di rumah, atau pelayanan firman yang diberikan secara berkala dapat menolong para pemuda untuk mengatasi tekanan masalah, memberikan anjuran untuk memecahkan masalah, menyediakan kesempatan untuk berdiskusi, dan memberikan kesempatan kepada para partisipan untuk saling mendorong satu sama lain. Ketika gereja atau program lain berbicara mengenai kebutuhan sehari- hari, maka orang-orang akan datang.
  2. Lebih banyak mentor.
    Ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa orang harus memiliki mentor agar sukses, namun memang ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa mentoring bisa sangat menolong, baik bagi orang yang menjadi mentor maupun bagi pemuda yang dibimbing. Hal ini bisa terjadi karena faktor budaya, dimana pada beberapa budaya, hubungan kekeluargaannya tidak begitu dekat. Hal ini juga terjadi pada orang yang memiliki pekerjaan baru. Contohnya, sebuah perusahaan besar mendapati bahwa organisasi dan orang-orang akan sama-sama mendapat keuntungan jika ada mentoring yang bekerja secara sukarela, dengan ikatan yang sungguh-sungguh antara mentor dengan seseorang yang dibimbing, dan kebebasan yang maksimal bagi orang untuk menghabiskan waktu mereka dengan mendiskusikan apa pun yang mereka anggap dapat membantu. Program kakak adik memberikan petunjuk pencegahan yang sama dan juga berbagai pendekatan Kristen dalam hal pendisiplinan.
    Program mentor untuk pemuda tidak harus selalu dilakukan secara formal. Ini bukanlah suatu penyederhanaan bahwa pendekatan yang tepat adalah berdoa untuk hubungan mentor dengan orang yang dibimbingnya dan kemudian secara sadar mencari seseorang yang dapat menjadi mentor Anda, atau orang yang bisa Anda bimbing.
  3. Pengembangan mimpi.
    Mimpi seorang pemuda -- membayangkan kemungkinan yang dapat memberikan kesenangan dan kemampuan -- pada awalnya akan menjadi samar-samar dan tidak bisa dijelaskan, akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, kemungkinan itu akan semakin jelas. Untuk menjadikan mimpi itu menjadi suatu kenyataan, pemuda harus berpikir, berencana, dan melakukan tindakan selangkah demi selangkah untuk mencapai tujuan mereka. Proses itu dimulai ketika ada yang bertanya, "Apa yang akan saya lakukan sepuluh tahun yang akan datang? Apakah Tuhan ingin saya melakukan hal ini? Langkah- langkah apa yang harus saya lakukan untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya?" Ketika para pemuda ini berusaha untuk mewujudkan mimpi mereka, tampaknya mereka kurang mengembangkan pengendalian diri dan pola hidup yang membuat mereka frustasi.
  4. Kesabaran orangtua.
    Tidaklah mudah bagi para orangtua yang memiliki anak-anak yang tergolong pemuda ketika melihat anak-anak mereka yang sedang beranjak dewasa ini berjuang melawan masalah-masalah yang timbul dalam menghadapi kedewasaan. Kadang-kadang, orangtua justru membuat masalah menjadi semakin buruk karena mereka tidak bisa memberi toleransi. Mereka terus-menerus memberi kritikan dan nasihat-nasihat, meskipun dengan tujuan yang baik. Akan lebih baik bagi orangtua untuk memberikan dorongan, semangat, dan penjelasan, sehingga para pemuda ini dapat dan mau diajak bicara. Orangtua harus mencoba untuk tidak menyelamatkan anak mereka yang sedang beranjak dewasa ini dengan menawarkan uang atau kemudahan lainnya yang justru akan membuat anak ini menghindar dari tanggung jawab. Suatu langkah yang baik jika orangtua memberi petunjuk yang lembut ketika anak-anak mereka menghadapi persoalan. Kadang-kadang, bantuan yang terbaik bagi pemuda adalah petunjuk yang diberikan oleh konselor Kristen atau pemimpin gereja kepada orangtua.
  5. Dukungan rohani.
    Seorang teman saya pernah menceritakan bagaimana dia dapat tetap bertahan dari pernikahannya yang bermasalah dan impulsive. "Orangtua saya tidak mengajari saya" katanya. "Saya tahu bahwa mereka tidak peduli terhadap tunangan saya, akan tetapi saya juga tahu bahwa mereka juga berdoa. Mereka memiliki iman yang sangat besar bahwa Tuhan Yang Mahakuasa akan menuntun anak mereka yang sedang beranjak dewasa ini dalam membuat keputusan hidup yang penting. Sesaat sebelum pernikahan, saya baru sadar akan kesalahan yang baru saja saya perbuat. Saya yakin bahwa masalah yang besar dapat dicegah dengan iman yang besar dan doa yang terus-menerus dari orangtua saya." Hal ini juga bisa menjadi slogan bagi semua konselor Kristen, termasuk orangtua yang memberikan konseling kepada anak-anak mereka bahwa DOA DAPAT MENCEGAH MASALAH-MASALAH YANG MUNGKIN MUNCUL.

Read  Comments


PENGERTIAN HUKUM , CIRI-CIRI HUKUM , SIFAT-SIFAT HUKUM & SUMBER HUKUM

Hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum hukum Eropa, hukum Agama dan hukum Adat. Sebagian besar sistem yang dianut, baik perdata maupun pidana, berbasis pada hukum EropaNederlandsch-Indie). Hukum Agama, karena sebagian besar masyarakat Indonesia menganut Islam, maka dominasi hukum atau Syari'at Islam lebih banyak terutama di bidang perkawinan, kekeluargaan dan warisan. Selain itu, di Indonesia juga berlaku sistem hukum Adat yang diserap dalam perundang-undangan atau yurisprudensi, yang merupakan penerusan dari aturan-aturan setempat dari masyarakat dan budaya-budaya yang ada di wilayah Nusantara. kontinental, khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda (

Hukum perdata Indonesia

Hukum adalah sekumpulan peraturan yang berisi perintah dan larangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang sehingga dapat dipaksakan pemberlakuaanya berfungsi untuk mengatur masyarakat demi terciptanya ketertiban disertai dengan sanksi bagi pelanggarnya
Salah satu bidang hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki pada subyek hukum dan hubungan antara subyek hukum. Hukum perdata disebut pula hukum privat atau hukum sipil sebagai lawan dari hukum publik. Jika hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum (misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara), kejahatan (hukum pidana), maka hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atau warga negara sehari-hari, seperti misalnya kedewasaan seseorang, perkawinan, perceraian, kematian, pewarisan, harta benda, kegiatan usaha dan tindakan-tindakan yang bersifat perdata lainnya.
Ada beberapa sistem hukum yang berlaku di dunia dan perbedaan sistem hukum tersebut juga mempengaruhi bidang hukum perdata, antara lain sistem hukum Anglo-Saxon (yaitu sistem hukum yang berlaku di Kerajaan Inggris Raya dan negara-negara persemakmuran atau negara-negara yang terpengaruh oleh Inggris, misalnya Amerika Serikat), sistem hukum Eropa kontinental, sistem hukum komunis, sistem hukum Islam dan sistem-sistem hukum lainnya. Hukum perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda, khususnya hukum perdata Belanda pada masa penjajahan.
Bahkan Kitab Undang-undang Hukum Perdata (dikenal KUHPer.) yang berlaku di Indonesia tidak lain adalah terjemahan yang kurang tepat dari Burgerlijk Wetboek (atau dikenal dengan BW)yang berlaku di kerajaan Belanda dan diberlakukan di Indonesia (dan wilayah jajahan Belanda) berdasarkan azas konkordansi. Untuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda, BW diberlakukan mulai 1859. Hukum perdata Belanda sendiri disadur dari hukum perdata yang berlaku di Perancis dengan beberapa penyesuaian. Kitab undang-undang hukum perdata (disingkat KUHPer) terdiri dari empat bagian, yaitu:
  • Buku I tentang Orang; mengatur tentang hukum perseorangan dan hukum keluarga, yaitu hukum yang mengatur status serta hak dan kewajiban yang dimiliki oleh subyek hukum. Antara lain ketentuan mengenai timbulnya hak keperdataan seseorang, kelahiran, kedewasaan, perkawinan, keluarga, perceraian dan hilangnya hak keperdataan. Khusus untuk bagian perkawinan, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.
  • Buku II tentang Kebendaan; mengatur tentang hukum benda, yaitu hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki subyek hukum yang berkaitan dengan benda, antara lain hak-hak kebendaan, waris dan penjaminan. Yang dimaksud dengan benda meliputi (i) benda berwujud yang tidak bergerak (misalnya tanah, bangunan dan kapal dengan berat tertentu); (ii) benda berwujud yang bergerak, yaitu benda berwujud lainnya selain yang dianggap sebagai benda berwujud tidak bergerak; dan (iii) benda tidak berwujud (misalnya hak tagih atau piutang). Khusus untuk bagian tanah, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 5 tahun 1960 tentang agraria. Begitu pula bagian mengenai penjaminan dengan hipotik, telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU tentang hak tanggungan.
  • Buku III tentang Perikatan; mengatur tentang hukum perikatan (atau kadang disebut juga perjanjian (walaupun istilah ini sesunguhnya mempunyai makna yang berbeda), yaitu hukum yang mengatur tentang hak dan kewajiban antara subyek hukum di bidang perikatan, antara lain tentang jenis-jenis perikatan (yang terdiri dari perikatan yang timbul dari (ditetapkan) undang-undang dan perikatan yang timbul dari adanya perjanjian), syarat-syarat dan tata cara pembuatan suatu perjanjian. Khusus untuk bidang perdagangan, Kitab undang-undang hukum dagang (KUHD) juga dipakai sebagai acuan. Isi KUHD berkaitan erat dengan KUHPer, khususnya Buku III. Bisa dikatakan KUHD adalah bagian khusus dari KUHPer.
  • Buku IV tentang Daluarsa dan Pembuktian; mengatur hak dan kewajiban subyek hukum (khususnya batas atau tenggat waktu) dalam mempergunakan hak-haknya dalam hukum perdata dan hal-hal yang berkaitan dengan pembuktian.
Sistematika yang ada pada KUHP tetap dipakai sebagai acuan oleh para ahli hukum dan masih diajarkan pada fakultas-fakultas hukum di Indonesia.

Hukum pidana Indonesia

Berdasarkan isinya, hukum dapat dibagi menjadi 2, yaitu hukum privat dan hukum publik (C.S.T Kansil).Hukum privat adalah hukum yg mengatur hubungan orang perorang, sedangkan hukum publik adalah hukum yg mengatur hubungan antara negara dengan warga negaranya. Hukum pidana merupakan bagian dari hukum publik. Hukum pidana terbagi menjadi dua bagian, yaitu hukum pidana materiil dan hukum pidana formil. Hukum pidana materiil mengatur tentang penentuan tindak pidana, pelaku tindak pidana, dan pidana (sanksi). Di Indonesia, pengaturan hukum pidana materiil diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana1981 tentang hukum acara pidana (KUHAP). (KUHP). Hukum pidana formil mengatur tentang pelaksanaan hukum pidana materiil. Di Indonesia, pengaturan hukum pidana formil telah disahkan dengan UU nomor 8 tahun
ciri-ciri dan sifat hukum :
 bahwa hukum itu meliputi beberapa unsur, yaitu:
1. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat.
2. Peraturan itu diadakan oleh badan-badan resmi yang berwajib.
3. Peraturan itu bersifat memaksa.
4. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut adalah tegas.

Selanjutnya, agar hukum itu dapat dikenal dengan baik, haruslah mengetahui ciri-ciri hukum. Menurut C.S.T. Kansil, S.H., ciri-ciri hukum adalah sebagai berikut:
a. Terdapat perintah dan/atau larangan.
b. Perintah dan/atau larangan itu harus dipatuhi setiap orang.
Setiap orang berkewajiban untuk bertindak sedemikian rupa dalam masyarakat, sehingga tata-tertib dalam masyarakat itu tetap terpelihara dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, hukum meliputi pelbagai peraturan yang menentukan dan mengatur perhubungan orang yang satu dengan yang lainnya, yakni peraturan-peraturan hidup bermasyarakat yang dinamakan dengan ‘Kaedah Hukum’.
Barangsiapa yang dengan sengaja melanggar suatu ‘Kaedah Hukum’ akan dikenakan sanksi (sebagai akibat pelanggaran ‘Kaedah Hukum’) yang berupa ‘hukuman’.

Pada dasarnya, hukuman atau pidana itu berbagai jenis bentuknya. Akan tetapi, sesuai dengan Bab II (PIDANA), Pasal 10, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) adalah:
* Pidana pokok:
1. pidana mati;
2. pidana penjara;
3. pidana kurungan;
4. pidana denda;
5. pidana tutupan.

* Pidana tambahan:
1. pencabutan hak-hak tertentu;
2. perampasan barang-barang tertentu;
3. pengumuman putusan hakim.

Sedangkan sifat bagi hukum adalah sifat mengatur dan memaksa. Ia merupakan peraturan-peraturan hidup kemasyarakatan yang dapat memaksa orang supaya mentaati tata-tertib dalam masyarakat serta memberikan sanksi yang tegas (berupa hukuman) terhadap siapa saja yang tidak mematuhinya. Ini harus diadakan bagi sebuah hukum agar kaedah-kaedah hukum itu dapat ditaati, karena tidak semua orang hendak mentaati kaedah-kaedah hukum itu.
sumber hukum :
Sumber hukum adalah sumber yang dijadikan bahan untuk
penyusunan peraturan Perundang-undangan

Sumber hukum terdiri atas sumber hukum tertulis dan tidak tertulis
Sumber hukum dasar nasional adalah Pancasila sebagaima yang
tertulis dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, yaitu
Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab,
Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan
mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dan
batang tubuh Undang Undang Dasar 1945.



sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Indonesia
http://yanezzcihuy.wordpress.com/2010/10/23/ciri-ciri-hukum-dan-sifatnya/

Read  Comments